Sunday, April 25, 2010

Cinta ditolak, bomoh bertindak

Cinta ditolak, bomoh bertindak

Sebahagian para pemuda yang mabuk asmara yang sering menjadikan topik perbualan harian tentang perempuan mesti sinonim dengan pepatah ini, ‘Cinta ditolak, bomoh bertindak’.

Ada dua perkara penting yang perlu kita sangkal dalam slogan ini. Pertama, cinta yang salah penerapan. Ketika orang berbicara tentang cinta, maka yang terfikir di otak para remaja adalah couple, dating, tengok wayang, dan macam-macam lagi kegiatan yang mendekati zina. Yang kedua, ketika kepentingan hawa nafsu mereka tidak terpenuhi, maka automatik mereka lari kepada para dukun yang justeru menceburkan mereka ke dalam dosa yang jauh lebih berat iaitu syirik dan kekafiran. Ini tidak jauh dengan ungkapan, "
Lepas dari gigitan singa, terjatuh ke mulut buaya". Nah, tentu ini merupakan musibah dan bencana yang menghancurkan iman dan jati diri seorang insan. Allah SWT berfirman (yang ertinya), “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan Dia berkenan mengampuni dosa lain di bawah tingkatan syirik bagi orang yang dikehendaki-Nya.” (An-Nisaa’: 116).

Perhatikanlah, inilah realiti umat yang hari ini kita hadapi. Ketika aqidah dan akhlak generasi muda telah terkikis dan luntur dari lubuk hati mereka, maka secara automatik syaitan dan bala tenteranyalah yang bekerja dan memegang dan mengendali tubuh dan akal pikiran mereka. Maka tidaklah menghairankan jika banyak remaja yang mengalami kisah-kisah hitam yang menyajikan lika-liku dunia perbomohan dan sihir menyihir, bahkan ia menempati dalam kedudukan
best seller yang terjual laris dalam waktu yang singkat, laa haula wa laa quwwata illa billaah!!.

Sementara di sisi lain, kita saksikan kitab-kitab para ulama salaf masih menjadi barang aksesori yang menghiasi rak dan meja para pemuda dan generasi penerus perjuangan Islam di masa depan. Jangankan memiliki kitabnya, membaca tulisan arab dan jawi pun mereka tidak sanggup melakukannya. Sungguh menyedihkan, sebuah umat yang telah diwarisi dengan al-Kitab dan as-Sunnah oleh Rasul SAW, namun begitu lebih menyedihkan kitab-kitab ’sihir’ yang memalingkan mereka dari al-Qur’an dan as-Sunnah.

Ketika dahulu para sahabat asyik menelaah dan mengkaji hadith-hadith Nabi SAW dan sering menjadi topik penting dalam perbincangan mereka sehari-hari hinggakan ada dikalangan sahabat-sahabat yang sering menangis mendengar hadith Nabi SAW. Namun pada hari ini kita saksikan perbualan kaum muda hanya dipenuhi dengan gelak tawa dan esak tangis palsu disebabkan menonton filem barat, program realiti yang melalaikan dan membazir, pertandingan sepak bola yang sarat dengan supporter ala jahiliyah, dan nyanyian artis idola serta ramalan bintang dan sebaganinya lagi, fa inna lillahi wa inna ilaihi raji’uun..

Inilah sekelumit gambaran tentang dunia ramal meramal dan perbomohan yang telah meracuni atmosfera kehidupan kaum muslimin di berbagai daerah, negeri dan negara. Apa yang di lontarkan di sini hanyalah sebahagian kecil dari berbagai bentuk jenis perbomohan dan sihir menyihir yang ternyata memang ada dan terjadi di kalangan masyarakat kita. Jalan keluar darinya adalah dengan kembali kepada bimbingan al-Quran dan as-Sunnah yang menuntun kita untuk mencuci bersih hati kita dari segenap kotoran keyakinan dan mengisinya dengan siraman ayat-ayat cinta Allah dan wasiat ‘indah’ Nabi SAW.

Tidak akan tercapai kejayaan umat akhir zaman ini kecuali dengan tauhid, sebagaimana tidak akan selamat seorang hamba di ‘
mahkamah’ pengadilan Allah kelak di hari kiamat kecuali dengan tauhid. Sudah saatnya, bagi setiap individu muslim untuk menyedari bahaya besar ini dan berjuang untuk menyelamatkan aqidah mereka dan saudara saudaranya dari tipu daya para bomoh dan paranormal yang gemar menebar berbagai penipuan dan menyeret para pemuda kita ke lembah kesesatan dan kesyirikan..

0 comments:

Post a Comment